Sunday, December 21, 2014

Laporan Praktikum Ekoper - Pengaruh Predator terhadap Sebaran Kerang Totok (Pelemysoda erosa)



LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI PERAIRAN
ACARA III
PENGARUH PREDATOR TERHADAP SEBARAN KERANG TOTOK (Pelemysoda erosa)





Oleh:
Nama              : Suhendra
NIM                : H1K013028
Kelompok       : 3 (tiga)
Asisten            : Yusuk K.






JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014
I.                   PENDAHULUAN
1.1         Latar belakang
Organisme hewan yang termasuk prey (mangsa) memiliki kelakuan untuk mempertahankan diri terhadap pemangsa dengan meningkatkan kewaspadaannya. Perilaku tersebut dalam ekologi dinamakan anti-predator, yaitu suatu bentuk kewaspadaan dari prey terhadap gangguan yang ditimbulkan dari luar (predator). Respon terhadap resiko predasi yang dilakukan oleh prey seperti menghindari predator dan tingkah laku melarikan diri merupakan hasil keputusan yang diambil prey. (Heddy dan Metikurniati, 1994). Organisme yang termasuk prey atau mangsa salah satu yaitu Bivalvia
Salah satu contoh Bivalvia yaitu Polymesoda erosa (Famili: Corbiculidae) dikenal oleh masyarakat Segara Anakan Cilacap, sebagai kerang totok yang hidup di hutan mangrove. Kerang ini merupakan salah satu jenis kerang yang terdapat di perairan laut Indonesia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan (Hartati dkk., 2005). Kerang ini hidup dengan cara bersimbiosis dengan lingkungan yang berlumpur. Polymesoda erosa seperti halnya hewan dari kelas Bivalvia lainnya mempunyai kemampuan hidup di daerah intertidal karena memiliki kemampuan untuk mencegah kehilangan air. Kerang akan menutup rapat cangkangnya yang kedap air, sehingga air tidak keluar dari tubuhnya (Muslih, 2006). Kerang ini juga mempunyai kemampuan untuk membenamkan diri ke dalam substrat sebagai upaya menghindarkan diri dari predator dan untuk mencari tempat yang lebih lembab.
1.2         Tujuan
Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui pengaruh predator pada sebaran kerang totok (Pelemysoda erosa).
II.                MATERI DAN METODE
2.1         Materi
2.1.1   Alat
Alat yang digunakan yaitu plastik, label dan jangka sorong 0,01 mm.
2.2         Metode
2.2.1   Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada acara “Pengaruh Predator Terhadap Sebaran Kerang Totok (Pelemysoda erosa)” adalah sebagai berikut:
a)             Kerang totok dikumpulkan:
o      Dari tempat yang banyak ditumbuhi tumbuhan mangrove
o      Dari tempat yang terbuka
b)             Spesimen dimasukkan dalam plastik dan diberi label
c)             Setelah sampling selesai, dilakukan pengukuran lebar cangkang menggunakan jangka sorong
d)            Setelah selesai pengukuran lebar, cangkang kerang tersebut dipecahkan
e)             Kemudian dilakukan pengukuran tebal cangkang bagian tengah dengan menggunakan jangka sorong
f)              Lalu data dimasukkan dalam tabel.



2.2.2   Analisis Data
Data hasil pengamatan yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan cara sebagai berikut:
·                Data distribusi lebar kerang totok (Pelemysoda erosa) di tempat terbuka dan tertutup dianalisis menggunakan Microsoft Excel berupa diagram batang, untuk melihat dan membandingkan distribusi umur antara kerang totok (Pelemysoda erosa) di tempat terbuka dan tertutup.
·                Kemudian data distribusi lebar dan data tebal/lebar kerang totok (Pelemysoda erosa) di tempat terbuka dan tertutup diolah menggunakan SPSS 22 untuk menguji apakah terdapat perbedaan antara data lebar dan data tebal/lebar kerang totok (Pelemysoda erosa)  di kedua tempat tersebut dengan uji T.



III.             HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1         Hasil
Tabel 1. Data kerang totok (Pelemysoda erosa) di ekosistem magrove terbuka
No.
Terbuka
Tertutup
Terbuka
Tertutup
Lebar (cm)
Tebal (cm)
Lebar (cm)
Tebal (cm)
Tebal/Lebar
Tebal/Lebar
1.
4,66
0,43
4,19
0,43
0,09
0,10
2.
5,10
0,27
5,14
0,21
0,05
0,04
3.
6,40
0,12
5,12
0,21
0,02
0,04
4.
7,70
0,22
6,42
0,33
0,03
0,05
5.
6,53
0,24
5,28
0,12
0,04
0,02
6.
4,72
0,16
4,23
0,13
0,03
0,03
7.
5,76
0,33
5,14
0,24
0,06
0,05
8.
3,90
0,25
4,36
0,17
0,06
0,04
9.
5,89
0,24
5,86
0,12
0,04
0,02
10.
4,45
0,15
4,22
0,14
0,03
0,03
11.
5,83
0,13
6,17
0,14
0,02
0,02
12.
4,35
0,14
4,38
0,34
0,03
0,08
13.
5,36
0,12
4,86
0,11
0,02
0,02
14.
4,22
0,12
5,16
0,78
0,03
0,15
15.
5,85
0,35
4,12
0,13
0,06
0,03
16.
3,46
0,15
4,18
0,16
0,04
0,04
17.
2,57
0,72
4,28
0,12
0,28
0,03
18.
3,45
0,11
5,52
0,15
0,03
0,03
19.
4,48
0,11
5,14
0,17
0,02
0,03
20.
5,72
0,13
5,12
0,17
0,02
0,03
21.
5,44
0,14
4,19
0,13
0,03
0,03
22.
5,61
0,29
4,17
0,11
0,05
0,03
23.
5,72
0,16
9,03
0,27
0,03
0,03
24.
6,58
0,20
8,44
0,23
0,03
0,03
25.
4,43
0,10
7,20
0,21
0,02
0,03
26.
6,15
0,50
7,20
0,18
0,08
0,03
27.
6,35
0,60
6,90
0,11
0,09
0,02
28.
5,41
0,10
6,62
0,44
0,02
0,07
29.
5,31
0,10
6,65
0,18
0,02
0,03
30.
6,29
0,40
6,66
0,13
0,06
0,02
Σ
157,69
7,08
165,95
6,36
1,43
1,2
rata-rata
5,26
0,24
5,53
0,21
0,05
0,04




Grafik 1. Diagram distribusi lebar (umur) kerang totok (Pelemysoda erosa)

3.2         Pembahasan
Hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan rata-rata ukuran lebar kerang totok di tempat terbuka dan tertutup masing-masing sebesar 5,26 dan 5,53. Sedangkan rata-rata ukuran tebal masing-masing sebesar 0,24 dan 0,21. Dan setelah dilakukan perhitungan tebal dibagi lebar pada masing-masing individu kerang totok didapat rata-rata masing-masing di tempat terbuka dan tertutup sebesar 0,05 dan 0,04. Berdasarkan data tersebut menunjukkan adanya perbedaan ukuran lebar, tebal dan tebal/lebar yang tidak terlalu signifikan antara kerang totok di tempat terbuka dan di tempat tertutup. Untuk mempertegas pernyataan tersebut, maka dilakukan uji T terhadap data distribusi lebar dan data tebal/lebar kerang totok. Hasil pengujian terhadap data distribusi lebar dengan menggunakan SPSS 22 diperoleh nilai t hitung sebesar -0,869, nilai t tabel sebesar 1,7, P-value (Sig. 2-taied) sebesar 0,388 dan probabilitas (α) sebesar 0,100. T hitung tersebut termasuk dalam interval -1,7 ≤ t tabel ≤ 1,7 dan P-value > α. Ini menunjukkan hipotesis awal di atas diterima yaitu adanya perbedaan yang tidak signifikan (P-value ≤ 0,5) antara distribusi lebar kerang totok di tempat terbuka dan di tempat tertutup. Begitu pula untuk data tebal/lebar kerang totok di tempat terbuka dan tertutup dengan nilai t hitung sebesar 0,752, t tabel sebesar 1,7 p-value sebesar 0,456 dan α sebesar 0,100. T hitung termasuk dalam interval -1,7 ≤ t tabel ≤ 1,7 dan p-value > α. Ini menunjukkan hipotesis awal diterima yaitu adanya perbedaan yang tidak signifikan antara data tebal/lebar kerang totok di tempat terbuka dan tertutup.





IV.             KESIMPULAN DAN SARAN
4.1         Kesimpulan
Pengaruh predator terhadap sebaran kerang totok (Pelemysoda erosa) ditunjukkan dengan lebih besarnya ukuran tubuh kerang totok di tempat tertutup daripada di tempat terbuka. Hal ini disebabkan di tertutup lebih sedikit pengaruh predator daripada di tempat terbuka.
4.2         Saran
Untuk praktikum selanjutnya agar dapat memilih medan praktikum yang lebih aman. Dan juga untuk praktikan agar lebih berhati-hati dalam mengambil sampel di ekosistem mangrove.




DAFTAR PUSTAKA
Heddy, Suasono dan Metikurniati, 1994. Prinsip-prinsip Dasar Ekologi. Raja Grafindo Persada: Malang.
Bengen D.G. 2002. Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Indonesia.
Hartati, R.I Widowato, dan Y. Ristiadi. 2005. Histologi Gonad Kerang Totok (Polymesoda erosa) dari Laguna Segara Anakan Cilacap. Ilmu Kelautan, Vol. 10 (3): 119-125.
Muslih. 2006. Biologi Kerang Totok (Donax sp). [online]. http://www.musida.web.id/content/indonesia/biologi-donax. Diakses pada 2 Desember 2014.



LAMPIRAN
Uji T
·                Uji T pada lebar kerang totok di tempat terbuka dan tertutup
Group Statistics
Daerah
N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean
Lebar
Terbuka
30
5,2563
1,10990
,20264
Tertutup
30
5,5317
1,33333
,24343

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F
Sig.
t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
Std. Error Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower
Upper
Lebar
Equal variances assumed
1,242
,270
-,869
58
,388
-,27533
,31673
-,90935
,35868
Equal variances not assumed


-,869
56,153
,388
-,27533
,31673
-,90979
,35913




·                Uji T pada nilai tebal/lebar kerang totok di tempat terbuka dan tertutup
Group Statistics
Daerah
N
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean
Lebar
Terbuka
30
,0477
,04854
,00886
Tertutup
30
,0400
,02767
,00505

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances
t-test for Equality of Means
F
Sig.
t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
Std. Error Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower
Upper
Lebar
Equal variances assumed
1,328
,254
,752
58
,455
,00767
,01020
-,01275
,02809
Equal variances not assumed


,752
46,043
,456
,00767
,01020
-,01287
,02820




Tabel T (Student)

No comments:

Post a Comment